Tren Gentle Parenting: Apakah Efektif untuk Anak Usia Dini?

News

Tren Gentle Parenting: Apakah Efektif untuk Anak Usia Dini?

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah gentle parenting semakin sering terdengar—baik di media sosial, forum parenting, maupun obrolan antar orang tua. Gaya pengasuhan ini dinilai lebih “hangat” dan “penuh empati” dibanding pendekatan tradisional yang mengandalkan hukuman atau otoritas penuh dari orang tua. Tapi sebenarnya, apa itu gentle parenting? Apakah pendekatan ini cocok untuk anak usia dini?

Apa Itu Gentle Parenting?

Gentle parenting adalah pendekatan pengasuhan yang menekankan pada hubungan emosional yang kuat, komunikasi yang penuh rasa hormat, dan pendekatan disiplin tanpa kekerasan. Tujuan utamanya adalah membimbing anak, bukan mengendalikan.

Prinsip utama gentle parenting meliputi:

  1. Empati: memahami emosi dan kebutuhan anak, bukan langsung menghakimi perilaku.
  2. Kesabaran: menghindari reaksi impulsif seperti membentak atau menghukum.
  3. Batas yang konsisten tapi lembut: tetap ada aturan, namun disampaikan dengan cara yang ramah dan jelas.
  4. Pengasuhan berbasis koneksi, bukan ancaman: misalnya, menjelaskan akibat dari tindakan anak, bukan menakut-nakuti.

Mengapa Gentle Parenting Jadi Tren?

1.  Perubahan Pola Asuh dari Generasi ke Generasi

Banyak orang tua masa kini adalah generasi yang tumbuh dengan gaya asuh otoriter, yang sering kali disertai bentakan, ancaman, atau bahkan kekerasan. Gentle parenting menjadi bentuk perlawanan terhadap pola asuh tersebut, dengan harapan anak bisa tumbuh tanpa trauma yang sama.

2.  Dukungan dari Ilmu Psikologi Perkembangan

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang diasuh dengan penuh empati dan konsistensi cenderung memiliki regulasi emosi yang lebih baik, rasa percaya diri yang tinggi, dan hubungan sosial yang lebih sehat.

3.  Akses Informasi yang Luas

Orang tua kini lebih mudah mengakses edukasi parenting lewat media sosial, podcast, dan webinar. Banyak psikolog anak dan influencer parenting yang menyuarakan gentle parenting sebagai pendekatan ideal di era modern.

Apakah Gentle Parenting Efektif untuk Anak Usia Dini?

Jawabannya: iya, dengan penyesuaian yang tepat.

Pada usia dini (0–6 tahun), anak sedang dalam fase eksplorasi dan belajar mengatur emosi. Gentle parenting memberi ruang bagi anak untuk:

  1. Mengenali dan mengekspresikan perasaannya
  2. Membentuk rasa aman dan percaya pada orang tua
  3. Belajar dari konsekuensi alami, bukan dari rasa takut

Namun, gentle parenting bukan berarti membiarkan semua perilaku anak. Disiplin tetap diperlukan, tetapi dalam bentuk yang membimbing, seperti:

  1. Mengalihkan perilaku negatif dengan alternatif positif
  2. Menggunakan kalimat afirmatif (“Pegang mainan dengan lembut ya, bukan dibanting”)
  3. Konsisten pada batasan (“Kita tidak memukul saat marah, kita bisa bicara atau menarik napas dulu”)

Tantangan Gentle Parenting dan Cara Menghadapinya

Beberapa orang tua merasa gentle parenting itu “melelahkan”, “terlalu lembek”, atau “tidak langsung berhasil”. Ini wajar, karena pendekatan ini memang menuntut kesabaran, refleksi diri, dan konsistensi.

Berikut tips menghadapi tantangannya:

  1. Latih regulasi emosi orang tua terlebih dulu. Anak sulit tenang jika orang tua juga mudah meledak.
  2. Fokus pada koneksi, bukan hanya koreksi. Bangun hubungan aman agar anak mau mendengarkan.
  3. Ambil jeda saat mulai kewalahan. Ini bukan tanda gagal, tapi bagian dari proses.

Gentle parenting bukan sekadar tren, melainkan pendekatan jangka panjang untuk membentuk anak yang berempati, percaya diri, dan mampu mengelola emosinya. Untuk anak usia dini, pendekatan ini sangat relevan karena mereka sedang belajar bagaimana dunia bekerja dan bagaimana mengelola perasaan mereka.

Yang terpenting, setiap orang tua bisa menyesuaikan gaya gentle parenting sesuai kondisi rumah tangga dan karakter anak. Tidak ada pengasuhan yang sempurna, tetapi selalu ada ruang untuk tumbuh bersama anak—dengan lembut.

Ingin belajar lebih dalam tentang gentle parenting dan cara menerapkannya pada anak Anda?

Kami menyediakan kelas parenting, sesi konsultasi, dan terapi interaktif untuk orang tua dan anak. Hubungi tim psikolog kami untuk jadwal dan info lengkapnya.

Table of Contents